1. Terjemahan teks
Pendeta Visvamitra berkata,
Oh
tuanku Raja Dasaratha, hamba sangat senang dengan perkataan tuan. Di hutan
dimana tempat tinggal hamba, disana ada dua orang raksasa dihutan itu. Pertama
bernama maricha dan yang kedua bernama subahuh. Mereka berdua adalah perusak
Yajna persembahan hamba. Mereka berdua
memerciki tempat suci dengan darah. Dengan demikian upacara persembahan hamba
mengalami kegagalan, tuan.
Raja Dasaratha bertanya,
Jikalau
demikian, apakah mereka berdua tidak bisa dikalahkan ? tuan.
Pendeta Visvamitra menjawab,
Hamba
tidak bisa mengalahkan mereka. Hamba
berusaha menahan pantangan amarah hamba melihat cara pembinasaannya. Tujuan
hamba kemari tuan, Berikanlah hari ini Sang Rama pergi. Sang Rama yang bisa
mengalahkan kedua raksasa perusak tersebut. Karena itu merupakan takdir
kelahiran Sang Rama. Hari ini hamba akan pergi karena hanya Sang Rama yang
dapat menyelamatkan kediaman hamba, tuan.
Segera
setelah Raja Dasaratha mendengar perkataan pendeta Visvamitra itu, ia menjadi
bersedih hati, Pendeta Visvamitra berkata,
Rama
adalah anak laki-laki kesayangan tuan. Dengan demikian, hamba akan memberikan
pelayanan terhadap anak laki-laki kesayangan tuan yaitu Sang Rama.
2. Salinan teks
Muniḥ Viśvāmitraḥ avadat,
“Bhoḥ rājan
Daśaratha,
tava vacanenāham
prasanno’smi. Vane yatrāham
vasāmi,
tatra dvau rakṣasāvapi
vasataḥ. Prathamo Mārīco
nāma, dvitīyaśca
Subāhurnama. Tau mama yajñasya
vighnakaro’pi bhavataḥ.
Tau rudhireṇa mama vedīm siñcataḥ.
Tena mama vratabhaṅgo bhavati”, iti.
Rājā
Daśaratho’pṛchat,
“ Yadyevam, bhavān
tau kim na daṇḍayati?” iti.
Viśvāmitraḥ
pratiyabhāṣata,
“ Aham svayam na tau daṇḍayāmi, yataḥ krodhāt mama vratam
naśyati. Ayam mama kāmaḥ. Adya Rāmam me prayaccha. Rāmaḥ vighnakarau rākṣasau
daṇḍayiṣyati. Tena, Rāmaḥ khyāto bhaviṣyati. Adyaiva Rāmeṇa sahāham
vanam gamiṣyāmi”, iti.
Viśvāmitrasya tat vacanam śrutvā
Daśaratho’tiduḥkhito’bhavat. Viśvāmitram ca avadat,
“Rāmo’dyāpi
bālakaḥ eva. Tenāham
bālakam Rāmam te na dāsyāmi”,iti.