Jumat, 21 Maret 2014

Om Swastyastu

1.  Terjemahan teks
Pendeta Visvamitra berkata,
            Oh tuanku Raja Dasaratha, hamba sangat senang dengan perkataan tuan. Di hutan dimana tempat tinggal hamba, disana ada dua orang raksasa dihutan itu. Pertama bernama maricha dan yang kedua bernama subahuh. Mereka berdua adalah perusak Yajna persembahan hamba.  Mereka berdua memerciki tempat suci dengan darah. Dengan demikian upacara persembahan hamba mengalami kegagalan, tuan.
Raja Dasaratha bertanya,
            Jikalau demikian, apakah mereka berdua tidak bisa dikalahkan ? tuan.
Pendeta Visvamitra menjawab,
            Hamba tidak bisa mengalahkan mereka.  Hamba berusaha menahan pantangan amarah hamba melihat cara pembinasaannya. Tujuan hamba kemari tuan, Berikanlah hari ini Sang Rama pergi. Sang Rama yang bisa mengalahkan kedua raksasa perusak tersebut. Karena itu merupakan takdir kelahiran Sang Rama. Hari ini hamba akan pergi karena hanya Sang Rama yang dapat menyelamatkan kediaman hamba, tuan.
            Segera setelah Raja Dasaratha mendengar perkataan pendeta Visvamitra itu, ia menjadi bersedih hati, Pendeta Visvamitra berkata,
            Rama adalah anak laki-laki kesayangan tuan. Dengan demikian, hamba akan memberikan pelayanan terhadap anak laki-laki kesayangan tuan yaitu Sang Rama. 

2. Salinan teks
Muniḥ Viśvāmitraḥ avadat,
          “Bhoḥ rājan Daśaratha, tava vacanenāham prasanno’smi. Vane yatrāham vasāmi, tatra dvau rakṣasāvapi vasataḥ. Prathamo  Mārīco nāma, dvitīyaśca Subāhurnama. Tau mama yajñasya vighnakaro’pi bhavata. Tau rudhireṇa mama vedīm siñcata. Tena mama vratabhaṅgo bhavati”, iti.
jā Daśaratho’pṛchat,
          “ Yadyevam, bhavān tau kim na daṇḍayati?” iti.
Viśvāmitraḥ pratiyabhāṣata,
          “ Aham svayam na tau daṇḍayāmi, yataḥ krodhāt mama vratam naśyati. Ayam mama kāmaḥ. Adya Rāmam me prayaccha. Rāmaḥ vighnakarau rākṣasau daṇḍayiṣyati. Tena, Rāmaḥ khyāto bhaviṣyati. Adyaiva Rāmeṇa sahāham vanam gamiṣyāmi”, iti.
Viśvāmitrasya tat vacanam śrutvā Daśaratho’tiduḥkhito’bhavat. Viśvāmitram ca avadat,

          “Rāmo’dyāpi bālakaḥ eva. Tenāham bālakam Rāmam te na dāsyāmi”,iti.